Ditangkap di Bandara
Cerita Ghosn di Jepang dimulai saat dia dan tangan kanannya, Greg Kelly, ditangkap jaksa penuntut di pesawat jet setelah mendarat di Bandara Haneda, Tokyo, pada 19 November 2018. Mereka dituduh melakukan pelanggaran finansial, termasuk penggelapan pendapatan Ghosn.
Ghosn dan Kelly menyangkal pelanggaran. Keduanya ditahan untuk diinvestigasi di Jepang hingga 10 Desember.
Dipecat Aliansi
Usai penangkapan, pada 20 November 2018 Renault menyatakan Ghosn 'sementara tidak berkapasitas' dan Chief Operation Officer Thierry Bollore mengambil alih perannya.
Rapat dewan direksi Nissan menggelar pemungutan suara pada 22 November 2018 yang menyatakan Ghosn tidak lagi menjabat sebagai Chairman. Pada 26 November 2018 jabatan Chairman Mitsubishi yang dipegang Ghosn juga dicopot.
Natal di Penjara
Pada 10 Desember 2018 seharusnya Ghosn dan Kelly dilepas sebab waktu penahanannya telah habis, namun jaksa penuntut mengajukan secara resmi dakwaan baru, yakni penggelapan gaji keduanya pada 2010 dan 2015. Ghosn dan Kelly kembali ditahan hingga 21 Desember 2018.
Alih-alih selesai, jaksa penuntut kembali memberikan dakwaan baru buat Ghosn tentang dugaan transfer kerugian investasi personal ke keuangan Nissan. Ghosn ditahan hingga 11 Januari dan terpaksa menghabiskan Natal serta Tahun Baru dari balik jeruji.
Kelly memenangi bebas jaminan pada 25 Desember dengan syarat tetap berada di Jepang.
Muncul di Pengadilan
Setelah ditangkap di Tokyo, belum pernah sekalipun Ghosn muncul ke publik ataupun berbicara dengan media. Pada 8 Januari 2019, Ghosn akhirnya muncul di pengadilan dengan borgol di kedua tangannya.
"Saya telah dituduh secara salah dan ditahan secara tidak adil berdasarkan tuduhan yang tidak mendasar," kata Ghosn.
Menurut pengadilan, penahanannya dibenarkan sebab ada risiko penerbangan ke luar Jepang dan memungkingkan Ghosn menghapus barang bukti.
Pada 11 Januari 2019, jaksa penuntut mengajukan dakwaan baru lagi buat Ghosn. Pada 15 Januari 2019, pengadilan menolak permintaan bebas jaminan Ghosn.
![]() |
Ghosn mengajukan bebas jaminan pada 21 Januari 2019 dengan syarat tidak meninggalkan Jepang sebelum pengadilan dimulai dan bersedia memakai gelang penanda elektronik, namun ditolak.
Pada 31 Januari 2019 Ghosn mengatakan penahanannya "tidak normal di demokrasi manapun". Pada 13 Februari 2019 dia merombak tim pengacaranya.
Pada 5 Maret 2019, pengajuan bebas jaminan Ghosn diterima dengan nilai US$9 juta. Pada 6 maret 2019 dia bisa menghirup udara segar.
Ditangkap Lagi
Ghosn ditangkap kembali di apartemennya di Tokyo pada 4 April, kali ini atas dakwaan pembayaran mencurigakan pada distributor Nissan di Oman.
"Saya tidak akan hancur," kata Ghosn.
Pada 9 April 2019, pihak Ghosn merilis video yang sudah disiapkan sebelum penangkapan. Isi video itu mengenai penjelasan Ghosn yang mengatakan upaya penahanannya merupakan 'konspirasi' dan usaha 'menikam dari belakang' dari eksekutif Nissan.
Pada 22 April 2019, Ghosn didakwa lagi soal mengambil uang untuk keperluan pribadi dari dana yang ditransfer Nissan ke distributor di Oman.
Bebas dengan Jaminan II
Pengadilan mengabulkan permintaan bebas jaminan Ghosn dengan nilai US$4,5 juta pada 25 April 2019. Ghosn mendapat syarat lebih ketat, dia dilarang ke luar Jepang termasuk memerlukan izin pengadilan bila ingin bertemu dengan istrinya.
Pada 26 Mei 2019, pengacara Ghosn mengatakan keluarga meminta ke Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengintervensi 'persekusi pengadilan'.
Pada 4 Juni 2019, Renault mengungkapkan berdasarkan audit internal, ada pengeluaran misterius 11 juta euro dari perusahaan bayangan Renault Nissan BV yang berbasis di Belanda.
Sebagian pengeluaran itu dikatakan 'digunakan oleh Ghosn' dan kelebihan pembayaran pada perjalanan pesawatnya. (fea)
from CNN Indonesia http://bit.ly/2HYctld
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Kronologi 6 Bulan Carlos Ghosn 'Dikerjai Nissan' di Jepang"
Post a Comment