Dilansir dari situs John Hopkins, portal tersebut dikembangkan oleh Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins. Situs menampilkan statistik kematian dan kasus infeksi virus corona.
Masyarakat bisa mengakses situs tersebut di sini https://gisanddata.maps.arcgis.com/apps/opsdashboard/index.html#/bda7594740fd40299423467b48e9ecf6
Situs ini juga memungkinkan pengguna untuk mengunduh data dengan gratis.
Data tersebut dikumpulkan dari berbagai sumber, yakni WHO, US Centers for Disease Control and Prevention, National Health Commission of the People's Republic of China, dan Dingxiangyuan, situs jejaring sosial bagi tenaga medis yang menyediakan informasi kasus corona secara real time.
Profesor dari Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins, Lauren Gardner mengatakan portal ini dibuat karena pihaknya menganggap pentingnya situasi mewabahnya virus orona bagi publik.
"Kami pikir penting bagi publik untuk memiliki pemahaman tentang situasi wabah karena terungkap dengan sumber data yang transparan. Untuk komunitas riset, data ini akan menjadi lebih berharga karena kami terus mengumpulkannya dari waktu ke waktu," kata Gardner.
Gardner mengatakan "data kasus tingkat lokal" dari Dingxiangyuan, laporan media, dan otoritas medis setempat dapat membuat langkah preventif terhadap virus yang lebih tepat waktu. Dibandingkan dengan laporan skala nasional yang membutuhkan waktu dari sisi pengumpulan data.
Data-data dari portal ini dapat diunduh di Google Sheet. Data berisi terkait kasus corona di lebih dari 30 lokasi di China,serta di berbagai negara seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Kolombia, Brasil, Australia, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Sebelumnya China menyatakan jumlah korban meninggal akibat wabah virus corona bertambah hingga mencapai 80 orang, Senin (27/1). Kematian terbaru dilaporkan berada di Provinsi Hubei, yakni sebanyak 24 orang.
Sementara total kasus yang dikonfirmasi secara nasional naik tajam menjadi 2.744. Dikutip dari AFP, Komisi Kesehatan Nasional China menyebut jumlah orang yang terinfeksi virus mematikan itu naik menjadi 769, setengah dari mereka ada di Hubei, di mana 461 dari mereka dalam kondisi serius.
(jnp/DAL)from CNN Indonesia https://ift.tt/2t5h7sU
via IFTTT
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Warga Bisa Pantau Sebaran Virus Corona Real Time Lewat Portal"
Post a Comment